Jeritan yang Melelahkan


Jeritan Yang Melelahkan
by diana



Konon katanya kita tinggal di tanah surga,
Alam melimpah yang diciptakan oleh Yang Maha Esa,
Tetapi mengapa hanya orang-orang tertentu saja yang mampu berpesta,
Ah sudahlah, ini bukan sebuah rahasia.

Aku ingat di dua februari,
Seorang kakek tua yang aku temui duduk termenung di pinggir kota,
Wajahnya tersenyum lalu menangis,
Tersedu-sedu mengenang anak laki-lakinya yang telah pergi karena ulah sang penguasa kegelapan,
Apakah kebenaran tetap akan terbungkam ?
Dan menjadi bagian dari takdir Tuhan yang akan hilang ditelan sang waktu.

Wahai presidenku,
Sang penguasa tanah surga di dunia ini.
Pantasnya menjadi pahlawan masa kini memberantas makhluk-makhluk kejahatan,
Dengarkan jeritan suara kamiyang mencoba mengungkap kebenaran,
Satukan kembali bongkahan-bongkahan berlian yang telah lama pecah oleh keegoisan.
Hujan tak selamanya menangis,
Akan ada pelangi indah yang menanti diujung langit.

Wahai presidenku,
Terimakasih atas dedikasimu sang superhero kami,
Do’a ini terucap mengiringi langkahmu,
Selama Tuhan masih mengijinkan kami untuk bernapas. 



Karya ini pernah di ikutsertakan dalam Lomba Menulis Puisi Resolusi Bangsa "Syair Rakyat untuk Presiden oleh Zenawa.id pada Februari 2019

Comments